Sabar dan Syukur Meraih Bahagia
Abstract
Semua yang kita hadapi dalam hidup, kita tidak bisa memastikan bahagia atau tidak, semuanya hanya bisa berharap supaya bisa hidup dengan baik atau bahagia dunia dan akhirat, semua orang akan mengalami dua hal yang tidak bisa kita pastikan yaitu bahagia atau menyedihkan, saat kita mendapatkan musibah atau cobaan dari Allah Swt. Maka dua hal yang harus kita hadirkan dalam menghadapinya yaitu rasa sabar dan rasa syukur yang optimal sehingga kita tidak berfikir dan berprasangka buruk kepada sang pencipta. Maka dari itu penelitian ini mencoba mengatasi suatu permasalahan-permasalahan hidup yang sering di temukan dengan menggunakan metodologi penelitian kualitatif (Library Reaseacrh) yang bersifat deskriptif analisis, yaitu berusaha untuk mengumpulkan dan menyusun data, kemudian diusahakan adanya analisis dan interpretasi atau pengisian terhadap data. Jangan pernah hidup dengan keadaan yang tidak stabil, selalu memikirkan yang bukan punya haknya kamu. Kita bisa mengetahui sabar dengan cara kita mengetahui sifatnya, karena sabar adalah sifat khas dari manusia, tidak bisa kita katakan bahwasannya malaikat dan hewan memiliki sifat sabar, binatang mempunyai kekurangan yaitu ia tidak memiliki akal, begitupun juga malaikat yang tidak memiliki hawa nafsu. Pada dasarnya sejak awal manusia memiliki kekurangan seperti hewan, di dalam dirinya masih terbentuk nafsu makan yang di butuhkannya, kenudian secara bertahap muncullah nafsu untuk bermain dan berhias, kemudian nafsu untuk menikah, disitu kita mengetahui bahwa pada awalnya manusia tidak memiliki sifat sabar, karena sabar adalah istilah untuk menyebut bertahannya perbuatan dari suatu perbuatan untuk melakukan perbuatan yang lain. Adapun Syukur yang sering kita dengar merupakan suatu sifat yang tak bisa kita anggap sepele untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, adapun kata syukur berasal dari Isim Masdar yaitu Syakara-Yasykuru syukran yang artinya terima kasih. Syukur tidaklah cukup kita memandang dalam satu pandangan banyak sekali ulama berpendapat bahwa syukur mempunyai banyak sekali bentuk dan dimensinya, seperti halnya dalam menghadapi rizqi yang telah diberikan Allah Swt. kepada kita, banyak sekali nikmat yang telah Allah Swt. berikan, mungkin kita tidak pernah merasakan secara zdohir, karena itu semua merupakan kekurangan kita sebangai maklukNya. Hakekat syukur adalah mengungkapkan rasa terima kasih di dalam hati secara tulus dan mengatakannya melalui lisan serta menerjemahkannya kedalam bentuk perbuatan.
References
Al-Gozali, Imam. 2010, As-Syukkru Wat Tafakkur. (Mitrapress).
Al-Ghozali, Imam. TT, Mengungkap Rahasia Hakikat Sabar & Syukur, (KARYA UTAMA, Surabaya,).
Arsyam, Muhammad, TT, Meraih Syurga Dengan Sabar Dan Sukur, (Sekolah Tinggi Agama Islam Darud Dakwah Wal Irsyad, Kota Makasar).
Elby Saputra, febry. 2017, Meraih kemenangan. (Pt Elex Media komputido. Jakarta).
ffendy, Yudy. 2013, Sabar dan syukur, (QultumMedia, Jakarta).
Hasan, Abdul Wahid, 2019, Spiritualitas Sabar dan Syukur, (DIVA Press, Yogyakarta).
Kuwantoro, Agung. 2015, Mengambil Hikmah Dari Kehidupan.(Pt Elex Media komputido. Jakarta)
Kementrian Agama Republik Indonesia, (Bandung, Semesta Al-Quran, 2013).
Mu’im, Muhtadi Abdul. 2014, Metodologi Penelitian untuk Pemula, (Sumenep, Pusdilam).
Nasrullah, Irja. 2017, Ketika menoritas jadi pilihan.(Tinta media, Solo).
Rahmania, Fara, Sabar Dan Sukur Terhadap Kesejahteraan Subjektif Pada Remja, (Universitas Islam Indonesia, 2020).
Zuliana, Nafira & Anisa Kumala, Efek Sabar Dan Syukur Terhadap Penyesuain Pernikahan, (Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka, TT).
Zainal Abidin, Ahmad. 2014, Tafakkur wa tasyakkur. (Safirah.. Jokjakarta).
KBBI Ofline
Refbacks
- There are currently no refbacks.