STRATEGI SOEHARTO DALAM PEMBERONTAKAN PKI 1965
Abstract
Gerakan 30 September adalah tragedi yang sangat menyayat hati, dimana penculikan 7 Dewan Jendral Angkatan Darat dan penyiksaan yang berakhir di Lubang buaya yang dilakukan oleh Partai Komunis yang dipimpin oleh D.N. Aidit dan dibantu oleh letkol Untung. Menjadi prahara bersejarah yang membutuhkan strategi dalam menggagalkan Pemberontakan tersebut, yang mana berhasil dilakukan oleh Soeharto. Penelitian ini ingin mengetahui strategi Soeharto dalam pemberontakan PKI tahun 1965, dan dampak yang terjadi setelah terjadinya Gerakan 30 September tahun 1965, serta keterkaitan Soeharto dalam Gerakan 30 September tahun 1965. Teknik pengumpulan data diperoleh menggunakan metode kualitatif pustaka, data dari kumpulan buku-buku dan dokumen tertulis lainnya, yaitu dengan metode non-statistik, sehingga mendapatkan data yang dapat ditafsirkan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah strategi Soeharto dalam Pemberontakan G 30S/PKI, yakni strategi gerak cepat yang juga bisa dikatakan sebagai Perang gerilya karena pada hakikatnya Tentara Indonesia memang sangat mahir dalam Teknik Perang Gerilya.
Refbacks
- There are currently no refbacks.


