KONSEP MAKANAN HALALAN THAYYIBAN DALAM QS. AL-BAQARAH : 168 PERSPEKTIF QURAISH SHIHAB DAN ILMU KESEHATAN

FITRIANI FITRIANI

Abstract


Makanan halal adalah makanan yang tidak diharamkan oleh Allah. Halal meliputi halal cara memperolehnya dan zatnya. Cara memperoleh makanan yang halal yaitu dengan menanam sendiri atau membelinya dengan uang perolehan yang halal. Sementara itu, cara perolehan yang di haramkan oleh agama antara lain mencuri, korupsi, dan judi. Kemudian, halal zatnya artinya zat yang dikandung tidak diharamkan menurut syariat agama.

Metode  penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan cara mengumpulkan data primer yaitu Tafsir Al-Mishbah, dan Makanan dan Minuman perspektif Al-Qur’an dan sains kemudian mengumpulkan sumber data sekunder yaitu dengan membaca karya tulis ilmiah lainnya yang ada kaitannya dengan pembahasan mengenai konsep makanan Halalan Thayyiban,  sebagai bahan penunjang. Karena peneliti ini menggunakan penelitian kualitatif maka teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti adalah metode kepustakaan atau kajian pustaka.

Quraish Shihab menjelaskan bahwa konsep makanan Halalan Thayyiban adalah tidak semua makanan dan minuman yang halal otomatis thayyib, tidak semua yang thayyib adalah halal sesuai dengan cara memperolehnya, ada yang halal dan thayyib untuk seseorang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, karena makanan yang baik bagi satu orang dengan yang lain berbeda, Jadi makanan yang baik ialah makanan yang tidak merugikan apapun bagi pengonsumsi makanan tersebut dan tidak berbahaya bagi tubuh, makanan halal adalah makanan yang tidak di haramkan memakannya dan tidak dilarang oleh Allah, halal secara  zatnya dan cara memperolehnya.

Sedangkan menurut Ilmu Kesehatan makanan yang baik mengandung unsur-unsur  penting bagi tubuh seperti protein, karbohidrat, lemak, mineral, vitamin, serat dan air, analisis komponen pokok ini disebut analisis proksimat, artinya data analisis tersebut memberi informasi yang dekat dengan kualitas makanan. Beberapa penelitian ilmiah yang dilakukan pada zaman modern membuktikan bahwa makanan yang baik bagi manusia itu mengandung berbagai zat yang penting menjadi sumber tenaga, dan melindungi dari berbagai macam penyakit, dan nilai gizi makanan amat bergantung pada komponen-komponen di atas

References


Abu Fida’, Yazid. Ensiklopedi Halal Haram Makanan. Solo: Pustaka Arafah, 2018.

Amar, Yahya. Badan Sehat Ibadah Jadi Hebat. Jakarta: GEMA INSANI, 2016.

Jauhar, Mohammad. Makanan Halal Menurut Islam. Jakarta: LINTAS PUSTAKA, 2009.

Khatib An Nabhani, Abu. Jagalah Sehatmu Sebelum Sakitmu. Yogyakarta: Safirah, 2015.

Rosdiana, Anna. Makanan Yang Halal Dan Baik. Bandung: Putra Setia, 2013.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.